Kondisi di mana komunitas memiliki kepemimpinan yang legitim, kapasitas pengambilan keputusan yang inklusif, serta institusi yang mampu mengelola sumber daya dan perubahan secara mandiri dan akuntabel.
YSII percaya bahwa perubahan yang bertahan lama hanya bisa terjadi ketika komunitas sendiri yang memimpin. Bukan komunitas yang “diberdayakan” dari luar, melainkan komunitas yang memiliki kapasitas, ruang, dan legitimasi untuk mengambil keputusan atas kehidupannya sendiri. Fokus ini mencakup dua lapis yang saling menopang: manusia (kader, pendamping, fasilitator, pemimpin lokal, perempuan, generasi muda) dan institusi (organisasi masyarakat, lembaga adat, koperasi, forum multi-pihak, mekanisme tatakelola partisipatif). Komunitas bukan penerima manfaat. Mereka adalah pengambil keputusan dan penggerak transformasi.
Program-program pada fokus ini adalah:

Peningkatan Kapasitas Fasilitator Program Comdev
Pengembangan kepemimpinan lokal yang inklusif. Kelompok perempuan, generasi muda, kelompok marginal. Implementasi kegiatannya seperti:
- Pelatihan kepemimpinan transformatif bagi kader lokal, dengan perhatian khusus pada keterwakilan perempuan dan generasi muda
- Pendampingan pemimpin komunitas adat dalam penguatan peran dan legitimasi kepemimpinan tradisional
- Program mentoring dan regenerasi kepemimpinan yang menghubungkan pemimpin senior dengan pemimpin generasi berikutnya
- Fasilitasi ruang kepemimpinan inklusif yang memberi akses setara bagi perempuan dan kelompok yang selama ini terpinggirkan

Peningkatan Kapasitas Fasilitator Program Comdev
Penguatan kapasitas pendamping lapangan dan pengelola program. Para kader, fasilitator, manajer program. Implementasi kegiatannya seperti:
- Pelatihan fasilitasi komunitas: metodologi pendampingan partisipatif, komunikasi efektif, dan manajemen konflik
- Pendampingan teknis bagi manajer program di organisasi masyarakat lokal: perencanaan, monitoring, dan pelaporan
- Pengembangan kompetensi kader dalam dokumentasi lapangan dan pembelajaran berbasis data sederhana
- Pelatihan coaching dan mentoring bagi pendamping lapangan senior agar dapat meregenerasi kapasitasnya ke tim yang lebih muda

Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani
Penguatan kelembagaan komunitas. Tatakelola, manajemen keuangan, akuntabilitas internal. Implementasi kegiatannya seperti:
- Pendampingan organisasi komunitas dalam penyusunan AD/ART, SOP, dan mekanisme tatakelola internal yang akuntabel
- Pelatihan manajemen keuangan organisasi: pembukuan sederhana, pelaporan berkala, dan audit internal berbasis komunitas
- Pendampingan lembaga adat dalam dokumentasi dan formalisasi aturan adat yang relevan dengan konteks saat ini
- Fasilitasi peninjauan dan pembaruan struktur organisasi komunitas sesuai kebutuhan dan perkembangan aktual

Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani
Tatakelola partisipatif. Mekanisme pengambilan keputusan yang bermakna, bukan sekadar konsultasi formal. Implementasi kegiatannya seperti:
- Fasilitasi musyawarah komunitas yang inklusif. Memastikan suara perempuan, lansia, dan kelompok marginal benar-benar didengar dan berpengaruh
- Pendampingan desa dalam penyusunan RPJMDes berbasis kebutuhan nyata komunitas, bukan template dari atas
- Fasilitasi forum multi-pihak (komunitas, korporat, pemerintah) dengan mekanisme tatakelola yang setara dan transparan
- Pendampingan pembentukan mekanisme pengaduan dan umpan balik berbasis komunitas dalam program

Peningkatan kapasitas UMKM
Jaringan antar-komunitas. Pertukaran pengalaman dan pembelajaran organik lintas wilayah. Implementasi kegiatannya seperti:
- Fasilitasi kunjungan belajar antar-komunitas lintas wilayah dan ekosistem, memperkuat pembelajaran horizontal
- Pembentukan forum pertukaran pengetahuan antara komunitas dampingan YSII di berbagai lokasi
- Pendampingan dokumentasi pembelajaran dan inovasi lokal agar bisa dibagikan dan diadaptasi oleh komunitas lain
- Fasilitasi temu komunitas regional sebagai ruang refleksi, perencanaan bersama, dan solidaritas antar-komunitas

Riset SROI di JOB Tomori